Selasa, 26 Agustus 2008


Kerja Dunia
Indra Wijaya, S.Psi.

Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apamyang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan
QS. Al Qasas : 77

Seorang tukang batu yang sudah bekerja selama 25 tahun pada sebuah majikan yang sangat baik ingin berhenti dan menikmati masa pensiunnya. Tukang batu ini dalam setiap pekerjaan menyelesaikan sebuah rumah pesanan selalu mengundang decak kagum dan kepuasaan dari pemesan rumah tersebut sehingga setiap proyek rumah maka majikan akan memberikan proyek tersebut kepada tukang batu tersebut. Mengetahui bahwa tukang batu tersebut ingin pensiun maka majikan tersebut sempat kaget namun memahami alasan tukang batu itu. Majikan kemudian mengajukan satu syarat kepada tukang batu tersebut agar keinginan untuk pensiun dapat dikabulkan, syaratnya mudah yakni tukang batu harus membuat satu rumah lagi untuk majikannya. Karena terpaksa tukang batu akhirnya memenuhi persyaratan majikan, keesokan harinya dengan uang yang cukup untuk membuat rumah yang sangat bagus ia segera memulai membangun rumah yang di minta majikannya maka di segera memesan bahan-bahan bangunan yang dibutuhkan ia memesan batu kali untuk membangun pondasi, semen dari merek yang tidak terkenal, batu bata no dua, kayu jati biasa, pokoknya apa yang ia pesan adalah bahan bangunan kelas dua ini ia lakukan agar uang yang diberikan dapat ia hemat dan mengembalikan sisanya kepada majikan. Selama proses membangun ia kerjakan hanya dengan sumber daya yang standar berbeda ketika ia menyelesaikan proyek rumah sebelumnya yang full power, hanya dalam waktu yang sangat singkat rumah tersebut selesai juga maka segeralah ia membawa kunci rumah itu kepada majikannya. Ketika kunci tersebut telah di tangan majikan secara tiba-tiba kunci tersebut diserahkan kembali kepada tukang batu “ini adalah kunci rumah saya kembalikan kepadamu sebagai hadiah dari saya karena kamu telah cukup berjasa dan telah lama bekerja untukku”. Segera setelah itu tukang batu tersadar bahwa rumah yang telah dibuatnya ternyata adalah rumahnya sendiri dalam hati terbersit rasa sesal karena sedari awal ia tidak memilih bahan bangunan yang berkualitas baik dan ia pun menyesali mengapa ia tidak mengeluarkan potensinya dalam membangun rumah tersebut.
Salam sukses mulia, apakah kerja itu ? mengapa kita harus kerja ? dan bagaimana kerja dapat mendatangkan hasil ? pertanyaan-pertanyaan ini mungkin akan muncul di benak kita masing-masing dan biasanya kita hanya mampu memberikan jawaban yang normatif.
Kerja adalah suatu usaha yang dilakukan baik perseorangan maupun kelompok yang menghasilkan sesuatu baik langsung atau tidak langsung bagi diri sendiri maupun orang lain. Kerja adalah usaha merupakan kata kunci sehingga dalam bekerja tanpa usaha maka tidak bisa dikatakan sebagai kerja, usaha yang kita lakukan bisa negatif dan juga bisa positif. Bila usaha yang kita lakukan negatif maka akan mendatangkan dampak buruk langsung maupun tidak langsung kepada diri sendiri maupun orang lain begitupun sebaliknya.
Dalam sebuah perbincangan dengan teman ia memberikan ilustrasi yang sangat baik dalam mengambarkan bagaimana pengaruh kerja terhadap diri sendiri maupun dampak lainnya, bila orang jarang sikat gigi maka sudah bisa kita pastikan ia akan sakit gigi, bila orang tidak mandi selama dua hari bisa kita pastikan bahwa tubuh kita pasti bau begitupula pula dalam bekerja jika pekerjaan yang kita lakukan dikerjakan dengan tidak sungguh-sungguh maka akan mendatangkan penyakit pada diri kita dan akibatnya kita sering mengalami sakit-sakitan sehingga dampak yang lebih besar anda dapat kehilangan pekerjaan karena usaha yang tidak maksimal dan di bawah standar.
Coba kita perhatikan antara orang yang mempunyai kerja dan pengangguran, orang yang bekerja maka hidupnya akan teratur dan jiwanya akan sehat serta penilaian masyarakat yang positif berbeda dengan pengangguran yang hidupnya tidak teratur siang jadi malam, malam jadi siang berkelayapan entah kemana bila malam dan tidur panjang di waktu orang mencari rezeki. Kerjanya hanya seputar makan, minum bahkan yang minuman haram, gitar adalah teman setia dan pergaulan bebas adalah budaya dari itu semua akhirnya menimbulkan jiwa yang pemalas sehingga mereka adalah tipe manusia yang sangat pesimis dalam menatap masa depan tidak salah kemudian masyarakat menilai sebagai sampah masyarakat.
Bekerja adalah sebuah kegembiraan yang menyegarkan, ada dua orang supir taksi yang bekerja pada perusahaan yang sama ketika supir taksi yang pertama pamit kepada istrinya dan berkata “Saya akan pergi bekerja mungkin sampai larut malam kalau belum dapat setoran mungkin saya tidak pulang sampai besok” sedangkan supir yang kedua ketika pamit kepada istrinya dan berkata “Sayang, saya akan berkeliling kota membantu orang-orang yang membutuhkan jasa, saya akan pulang dengan rezeki yang dititipkan Allah dari orang yang saya bantu”. Survey membuktikan bahwa supir taksi yang pertama dalam bekerja akan merasakan kebosanan dan kejenuhan dalam bekerja karena ia memulai sebuah pekerjaan dengan pikiran yang susah sedangkan supir taksi yang kedua akan terus berbahagia dengan pekerjaannya karena selalu diawali dengan niat yang positif.
Kerja merupakan hadiah terindah untuk orang-orang tercinta karena dengan bekerja maka kita akan mendapatkan upah sehingga kita mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga sekaligus akan menjadi kebanggan oleh sang anak karena ayah atau ibu bermanfaat bagi keluarga dan masyarakatnya. Kerja juga merupakan salah satu cara untuk meraih impian, setiap orang pasti memiliki mimpi baik berupa materil maupun non materil kita ingin memiliki rumah, mobil, perabotan sampai karir yang naik, keluarga yang bahagia dan lain-lain semuanya dicapai dengan bekerja. Kerja bukanlah karunia yang begitu saja diterima karena berapa banyak orang yang saat ini belum bekerja alias pengangguran atau berapa banyak orang yang ingin mempunyai pekerjaan seperti yang anda miliki sekarang tetapi itu pekerjaan yang anda sekarang anda miliki adalah sebuah karunia besar dari Allah Ar Razak.
Setidaknya ada dua belas mitos kerja yang sangat berbahaya sehingga kita patut untuk menghindari kedua belas mitos tersebut antara lain Semakin banyak keringat maka semakin besar hasilnya, Aktivitas tinggi sama dengan produktivitas, Efisiensi sama dengan efektivitas, Bekerja hingga larut, Cara terbaik menyelesesaikan tugas adalah mengerjakan sendiri, Cara mudah adalah cara terbaik, Kerja keras layak dipuji, Kerja bukan hal yang menyenangkan, Hanya satu cara terbaik, Semakin tinggi disiplin semakin terbelenggu, Keadilan bagi semua, Hasil kerja yang baik dibawah kondisi tekanan atau ketegangan. Selamat bekerja dengan keikhlasan semoga rezeki yang halal dan thoyib menjadikan kita masuk surga kelak.

Selasa, 19 Agustus 2008

Virus M2B


Virus M2B
Indra Wijaya, S.Psi

Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabbku. Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun dan Maha Penyayang
QS Yusuf 53

Tiba-tiba seorang istri memanggil suami “papa, tolong deh sampahnya di buang sudah banyak nih dan bau !” itu ketiga kalinya istrinya memanggilnya tetapi suami yang sedang asyik dengan korannya hanya berkata dengan santainya “Lagi malas ah !!! nanti saja buang sampahnya kalau akan ke kantor sekalian lewat. Ketika ia berangkat ke kantor akhirnya ia lupa untuk membuang sampah karena keburu terlambat sampai di kantor, jadilah istrinya ngomel-ngomel karena sampahnya tidak terbuang. Di kantor suami tersebut datang terlambat sehingga untuk kesekian kalinya ia di panggil oleh atasannya, hari itu ia punya alasan “maaf pak hari ini saya datang terlambat karena saya harus membuang sampah yang sudah menumpuk dua hari dan lagian tempat membuang sampahnya harus memutar dulu ke belakang perumahan saya di tambah lagi jalannya rusak pak” kali ini atasannya sudah tidak bisa menerima alasan lagi “Kamu ini ada saja alasan yang kamu buat kalau terlambat macetlah, buang sampahlah, sakit perutlah, istrimu sakitlah, anak sakit dan seribu alasan yang kamu sering lontarkan, cukup, cukup hari ini terakhir kali saya mendengarkan alasan kamu kalau besok kamu masih terlambat maka saya akan memecat kamu, paham !!!”. Akhirnya dengan muka tertunduk lesu ia kembali ke ruangan kerjanya, di mejanya sudah menunggu setumpuk berkas yang harus ia teliti yang seharusnya telah selesai sebelumnya, ia sering menunda-nunda pekerjaan utamanya karena sering disibukkan dengan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaannya seperti membalas sms, mengangkat telpon atau ngobrol dengan rekan sekerjanya. Hari itu sang suami merasakan bagaimana ketidaknyamanan menunda, malas dan banyak alasan, dikantor ia apes karena dimarahi atasan belum lagi pekerjaan yang menumpuk sedangkan di rumah ia sudah harus siap-siap berhadapan dengan sang istri karena kejadi tadi pagi. Sudah jatuh tertimpa tangga lagi kata sang suami dalam hati.
Salam Sukses Mulia, cerita di atas adalah gambaran bagaimana seseorang yang terjangkiti virus M2B yaitu malas, menunda dan banyak alasan. Virus yang sering menjangkiti ini memang tiak mematikan secara fisik tetapi virus dapat melumpuhkan jiwa seseorang yang berdampak pada kekacauan dalam rumah tangga, tempat kerja dan masyarakat tempat ia tinggal.
Mula-mula, Kita membentuk kebiasaan kita Lama-kelamaan, Kebiasaan kitalah yang membentuk kita. Menurut para ahli bahwa hidup kita 90 % dipengaruhi oleh kebiasaan kita, ibarat sebuah benang yang tidak terlihat pertama kalinya maka setiap kita melakukan kebiasaan tersebut maka benang tersebut akan bertambah tebal sehingga akan membentuk tali tambang penarik kapal jika kebiasaan tersebut rutin kita lakukan. Virus M2B adalah kebiasaan yang kita bentuk pertama kali sehingga lama kelamaan virus tersebutlah yang membentuk kita sehingga virus itu yang mengendalikan diri kita sendiri.
Kebiasaan yang yang disebabkan oleh Virus M2B akan sangat berdampak buruk pada diri orang tersebut kalau ia tidak segera untuk mengobatinya, bahkan ada yang merasakan
bahwa dirinya telah terjangkiti oleh virus M2B tetapi ia tidak mampu untuk menolaknya sehingga akhirnya ia sangat menikmati virus M2B dalam kehidupannya. Virus ini juga dapat menular kepada orang lain sehingga berhati-hatilah bergaul dengan orang yang terjangkiti virus M2B.
Mari kita lihat satu per satu virus M2B tersebut yang pertama adalah menunda banyak orang yang sering melakukan yang satu ini yaitu menunda, ada kegagalan yang terjadi memang disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang dalam bidang tersebut tetapi lebih banyak kegagalan disebabkan karena adanya sifat MENUNDA. Akan banyak pekerjaan yang kita selesaikan hari ini kalau kita tidak menunda sehingga besok harinya kita akan mengerjakan pekerjaan yang lain, bagaimana mungkin kita akan meningkatkan kualitas kerja kalau pekerjaan yang kemarin sering menumpuk, menumpuk dan menumpuk. Menunda kita lakukan karena kita terlalu percaya diri bahwa besok kita masih punya banyak waktu, siapakah yang menjamin besok kita masih tetap hidup ? kalaupun besok terjadi kiamat dan di tangan anda ada sebutir biji kurma maka tanamlah karena itu adalah sebuah kebaikkan dan menunda sebuah kebaikkan adalah sebuah kerugian. Apakah anda termasuk orang sering menunda ?
Kedua adalah Malas, kalau menunda masih lebih baik karena masih ada itikad untuk melakukan dilain kesempatan tapi malas adalah orang-orang yang telah kehilangan motivasi, sehingga kita bisa haqqul yakin bahwa orang yang malas tidak akan mampu menyelesaikan pekerjaan yang diamanahkan. Maka tepatlah bahwa malas adalah sifat permanen yang membuat orang akan gagal di semua bidang kehidupan. Orang yang malas memandang dunia ini dengan pesimis sehingga dari pikiran yang negatif ini akan berkembang menjadi sikap meremehkan orang lain maupun diri sendiri karena itu akan muncul kesimpulan ”memang saya tidak bisa” atau ”kenapa harus saya yang mengerjakan” . Lihatlah bagaimana kehidupan orang-orang yang malas penghidupan mereka selalu sempit, raut muka mereka tidak bersahaja, fisik yang sering loyo, semangat hidup yang redup dan pergaulan yang sangat terbatas.
Ketiga adalah Banyak Alasan, bila kita ingin menyakinkan istri kita, teman kita, atasan kita, keluarga kita atau yang lain maka kita akan mengemukakan beberapa alasan dengan harapan mereka dapat memahami kita pada kondisi ini alasan sah-sah saja, tetapi kalau alasan yang kita ajukan adalah sebuah rekayasa dari fakta-fakta yang tidak menyebabkan ketidaksempurnaan itu terjadi atau sebuah alasan yang sebenarnya kita bisa mengontrolnya tetapi karena ketelodoroan kita maka sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga alasan senantiasa benar bagi yang beralasan. Banyak alasan adalah perilaku kaum yahudi saat nabi Musa menyuruh mereka untuk menyembelih sapi betina karena terlalu banyak pertanyaan yang mereka ajukan kepada Nabi Musa dan ketika semua pertanyaan mereka terjawab mereka enggan untuk menyembelih karena alasan bahwa sapi betina yang disyaratkan terlalu berat. Lihatlah betapa kasihannya orang yang terlalu banyak alasan yang akhirnya menjadi senjata makan tuan.
Kita sukses atau hancur tergantung kebiasaan kita, kalau kemudian kita tidak cepat menyadari keberadaan virus M2B maka ia akan mengendalikan hidup kita sampai kemudian kita akan tersadar ketika kita telah berada di jurang kegagalan.
Taburkanlah suatu pikiran, kamu akan menuai perbuatan. Taburkanlah suatu perbuatan, kamu akan menuai kebiasaan. Taburkanlah suatu kebiasaan, kamu akan menuai karakter. Taburkanlah suatu karakter, kamu akan menuai kesuksesan hidup.