Kerja Dunia
Indra Wijaya, S.Psi.
Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apamyang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan
QS. Al Qasas : 77
Seorang tukang batu yang sudah bekerja selama 25 tahun pada sebuah majikan yang sangat baik ingin berhenti dan menikmati masa pensiunnya. Tukang batu ini dalam setiap pekerjaan menyelesaikan sebuah rumah pesanan selalu mengundang decak kagum dan kepuasaan dari pemesan rumah tersebut sehingga setiap proyek rumah maka majikan akan memberikan proyek tersebut kepada tukang batu tersebut. Mengetahui bahwa tukang batu tersebut ingin pensiun maka majikan tersebut sempat kaget namun memahami alasan tukang batu itu. Majikan kemudian mengajukan satu syarat kepada tukang batu tersebut agar keinginan untuk pensiun dapat dikabulkan, syaratnya mudah yakni tukang batu harus membuat satu rumah lagi untuk majikannya. Karena terpaksa tukang batu akhirnya memenuhi persyaratan majikan, keesokan harinya dengan uang yang cukup untuk membuat rumah yang sangat bagus ia segera memulai membangun rumah yang di minta majikannya maka di segera memesan bahan-bahan bangunan yang dibutuhkan ia memesan batu kali untuk membangun pondasi, semen dari merek yang tidak terkenal, batu bata no dua, kayu jati biasa, pokoknya apa yang ia pesan adalah bahan bangunan kelas dua ini ia lakukan agar uang yang diberikan dapat ia hemat dan mengembalikan sisanya kepada majikan. Selama proses membangun ia kerjakan hanya dengan sumber daya yang standar berbeda ketika ia menyelesaikan proyek rumah sebelumnya yang full power, hanya dalam waktu yang sangat singkat rumah tersebut selesai juga maka segeralah ia membawa kunci rumah itu kepada majikannya. Ketika kunci tersebut telah di tangan majikan secara tiba-tiba kunci tersebut diserahkan kembali kepada tukang batu “ini adalah kunci rumah saya kembalikan kepadamu sebagai hadiah dari saya karena kamu telah cukup berjasa dan telah lama bekerja untukku”. Segera setelah itu tukang batu tersadar bahwa rumah yang telah dibuatnya ternyata adalah rumahnya sendiri dalam hati terbersit rasa sesal karena sedari awal ia tidak memilih bahan bangunan yang berkualitas baik dan ia pun menyesali mengapa ia tidak mengeluarkan potensinya dalam membangun rumah tersebut.
Salam sukses mulia, apakah kerja itu ? mengapa kita harus kerja ? dan bagaimana kerja dapat mendatangkan hasil ? pertanyaan-pertanyaan ini mungkin akan muncul di benak kita masing-masing dan biasanya kita hanya mampu memberikan jawaban yang normatif.
Kerja adalah suatu usaha yang dilakukan baik perseorangan maupun kelompok yang menghasilkan sesuatu baik langsung atau tidak langsung bagi diri sendiri maupun orang lain. Kerja adalah usaha merupakan kata kunci sehingga dalam bekerja tanpa usaha maka tidak bisa dikatakan sebagai kerja, usaha yang kita lakukan bisa negatif dan juga bisa positif. Bila usaha yang kita lakukan negatif maka akan mendatangkan dampak buruk langsung maupun tidak langsung kepada diri sendiri maupun orang lain begitupun sebaliknya.
Dalam sebuah perbincangan dengan teman ia memberikan ilustrasi yang sangat baik dalam mengambarkan bagaimana pengaruh kerja terhadap diri sendiri maupun dampak lainnya, bila orang jarang sikat gigi maka sudah bisa kita pastikan ia akan sakit gigi, bila orang tidak mandi selama dua hari bisa kita pastikan bahwa tubuh kita pasti bau begitupula pula dalam bekerja jika pekerjaan yang kita lakukan dikerjakan dengan tidak sungguh-sungguh maka akan mendatangkan penyakit pada diri kita dan akibatnya kita sering mengalami sakit-sakitan sehingga dampak yang lebih besar anda dapat kehilangan pekerjaan karena usaha yang tidak maksimal dan di bawah standar.
Coba kita perhatikan antara orang yang mempunyai kerja dan pengangguran, orang yang bekerja maka hidupnya akan teratur dan jiwanya akan sehat serta penilaian masyarakat yang positif berbeda dengan pengangguran yang hidupnya tidak teratur siang jadi malam, malam jadi siang berkelayapan entah kemana bila malam dan tidur panjang di waktu orang mencari rezeki. Kerjanya hanya seputar makan, minum bahkan yang minuman haram, gitar adalah teman setia dan pergaulan bebas adalah budaya dari itu semua akhirnya menimbulkan jiwa yang pemalas sehingga mereka adalah tipe manusia yang sangat pesimis dalam menatap masa depan tidak salah kemudian masyarakat menilai sebagai sampah masyarakat.
Bekerja adalah sebuah kegembiraan yang menyegarkan, ada dua orang supir taksi yang bekerja pada perusahaan yang sama ketika supir taksi yang pertama pamit kepada istrinya dan berkata “Saya akan pergi bekerja mungkin sampai larut malam kalau belum dapat setoran mungkin saya tidak pulang sampai besok” sedangkan supir yang kedua ketika pamit kepada istrinya dan berkata “Sayang, saya akan berkeliling kota membantu orang-orang yang membutuhkan jasa, saya akan pulang dengan rezeki yang dititipkan Allah dari orang yang saya bantu”. Survey membuktikan bahwa supir taksi yang pertama dalam bekerja akan merasakan kebosanan dan kejenuhan dalam bekerja karena ia memulai sebuah pekerjaan dengan pikiran yang susah sedangkan supir taksi yang kedua akan terus berbahagia dengan pekerjaannya karena selalu diawali dengan niat yang positif.
Kerja merupakan hadiah terindah untuk orang-orang tercinta karena dengan bekerja maka kita akan mendapatkan upah sehingga kita mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga sekaligus akan menjadi kebanggan oleh sang anak karena ayah atau ibu bermanfaat bagi keluarga dan masyarakatnya. Kerja juga merupakan salah satu cara untuk meraih impian, setiap orang pasti memiliki mimpi baik berupa materil maupun non materil kita ingin memiliki rumah, mobil, perabotan sampai karir yang naik, keluarga yang bahagia dan lain-lain semuanya dicapai dengan bekerja. Kerja bukanlah karunia yang begitu saja diterima karena berapa banyak orang yang saat ini belum bekerja alias pengangguran atau berapa banyak orang yang ingin mempunyai pekerjaan seperti yang anda miliki sekarang tetapi itu pekerjaan yang anda sekarang anda miliki adalah sebuah karunia besar dari Allah Ar Razak.
Setidaknya ada dua belas mitos kerja yang sangat berbahaya sehingga kita patut untuk menghindari kedua belas mitos tersebut antara lain Semakin banyak keringat maka semakin besar hasilnya, Aktivitas tinggi sama dengan produktivitas, Efisiensi sama dengan efektivitas, Bekerja hingga larut, Cara terbaik menyelesesaikan tugas adalah mengerjakan sendiri, Cara mudah adalah cara terbaik, Kerja keras layak dipuji, Kerja bukan hal yang menyenangkan, Hanya satu cara terbaik, Semakin tinggi disiplin semakin terbelenggu, Keadilan bagi semua, Hasil kerja yang baik dibawah kondisi tekanan atau ketegangan. Selamat bekerja dengan keikhlasan semoga rezeki yang halal dan thoyib menjadikan kita masuk surga kelak.
Indra Wijaya, S.Psi.
Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apamyang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan
QS. Al Qasas : 77
Seorang tukang batu yang sudah bekerja selama 25 tahun pada sebuah majikan yang sangat baik ingin berhenti dan menikmati masa pensiunnya. Tukang batu ini dalam setiap pekerjaan menyelesaikan sebuah rumah pesanan selalu mengundang decak kagum dan kepuasaan dari pemesan rumah tersebut sehingga setiap proyek rumah maka majikan akan memberikan proyek tersebut kepada tukang batu tersebut. Mengetahui bahwa tukang batu tersebut ingin pensiun maka majikan tersebut sempat kaget namun memahami alasan tukang batu itu. Majikan kemudian mengajukan satu syarat kepada tukang batu tersebut agar keinginan untuk pensiun dapat dikabulkan, syaratnya mudah yakni tukang batu harus membuat satu rumah lagi untuk majikannya. Karena terpaksa tukang batu akhirnya memenuhi persyaratan majikan, keesokan harinya dengan uang yang cukup untuk membuat rumah yang sangat bagus ia segera memulai membangun rumah yang di minta majikannya maka di segera memesan bahan-bahan bangunan yang dibutuhkan ia memesan batu kali untuk membangun pondasi, semen dari merek yang tidak terkenal, batu bata no dua, kayu jati biasa, pokoknya apa yang ia pesan adalah bahan bangunan kelas dua ini ia lakukan agar uang yang diberikan dapat ia hemat dan mengembalikan sisanya kepada majikan. Selama proses membangun ia kerjakan hanya dengan sumber daya yang standar berbeda ketika ia menyelesaikan proyek rumah sebelumnya yang full power, hanya dalam waktu yang sangat singkat rumah tersebut selesai juga maka segeralah ia membawa kunci rumah itu kepada majikannya. Ketika kunci tersebut telah di tangan majikan secara tiba-tiba kunci tersebut diserahkan kembali kepada tukang batu “ini adalah kunci rumah saya kembalikan kepadamu sebagai hadiah dari saya karena kamu telah cukup berjasa dan telah lama bekerja untukku”. Segera setelah itu tukang batu tersadar bahwa rumah yang telah dibuatnya ternyata adalah rumahnya sendiri dalam hati terbersit rasa sesal karena sedari awal ia tidak memilih bahan bangunan yang berkualitas baik dan ia pun menyesali mengapa ia tidak mengeluarkan potensinya dalam membangun rumah tersebut.
Salam sukses mulia, apakah kerja itu ? mengapa kita harus kerja ? dan bagaimana kerja dapat mendatangkan hasil ? pertanyaan-pertanyaan ini mungkin akan muncul di benak kita masing-masing dan biasanya kita hanya mampu memberikan jawaban yang normatif.
Kerja adalah suatu usaha yang dilakukan baik perseorangan maupun kelompok yang menghasilkan sesuatu baik langsung atau tidak langsung bagi diri sendiri maupun orang lain. Kerja adalah usaha merupakan kata kunci sehingga dalam bekerja tanpa usaha maka tidak bisa dikatakan sebagai kerja, usaha yang kita lakukan bisa negatif dan juga bisa positif. Bila usaha yang kita lakukan negatif maka akan mendatangkan dampak buruk langsung maupun tidak langsung kepada diri sendiri maupun orang lain begitupun sebaliknya.
Dalam sebuah perbincangan dengan teman ia memberikan ilustrasi yang sangat baik dalam mengambarkan bagaimana pengaruh kerja terhadap diri sendiri maupun dampak lainnya, bila orang jarang sikat gigi maka sudah bisa kita pastikan ia akan sakit gigi, bila orang tidak mandi selama dua hari bisa kita pastikan bahwa tubuh kita pasti bau begitupula pula dalam bekerja jika pekerjaan yang kita lakukan dikerjakan dengan tidak sungguh-sungguh maka akan mendatangkan penyakit pada diri kita dan akibatnya kita sering mengalami sakit-sakitan sehingga dampak yang lebih besar anda dapat kehilangan pekerjaan karena usaha yang tidak maksimal dan di bawah standar.
Coba kita perhatikan antara orang yang mempunyai kerja dan pengangguran, orang yang bekerja maka hidupnya akan teratur dan jiwanya akan sehat serta penilaian masyarakat yang positif berbeda dengan pengangguran yang hidupnya tidak teratur siang jadi malam, malam jadi siang berkelayapan entah kemana bila malam dan tidur panjang di waktu orang mencari rezeki. Kerjanya hanya seputar makan, minum bahkan yang minuman haram, gitar adalah teman setia dan pergaulan bebas adalah budaya dari itu semua akhirnya menimbulkan jiwa yang pemalas sehingga mereka adalah tipe manusia yang sangat pesimis dalam menatap masa depan tidak salah kemudian masyarakat menilai sebagai sampah masyarakat.
Bekerja adalah sebuah kegembiraan yang menyegarkan, ada dua orang supir taksi yang bekerja pada perusahaan yang sama ketika supir taksi yang pertama pamit kepada istrinya dan berkata “Saya akan pergi bekerja mungkin sampai larut malam kalau belum dapat setoran mungkin saya tidak pulang sampai besok” sedangkan supir yang kedua ketika pamit kepada istrinya dan berkata “Sayang, saya akan berkeliling kota membantu orang-orang yang membutuhkan jasa, saya akan pulang dengan rezeki yang dititipkan Allah dari orang yang saya bantu”. Survey membuktikan bahwa supir taksi yang pertama dalam bekerja akan merasakan kebosanan dan kejenuhan dalam bekerja karena ia memulai sebuah pekerjaan dengan pikiran yang susah sedangkan supir taksi yang kedua akan terus berbahagia dengan pekerjaannya karena selalu diawali dengan niat yang positif.
Kerja merupakan hadiah terindah untuk orang-orang tercinta karena dengan bekerja maka kita akan mendapatkan upah sehingga kita mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga sekaligus akan menjadi kebanggan oleh sang anak karena ayah atau ibu bermanfaat bagi keluarga dan masyarakatnya. Kerja juga merupakan salah satu cara untuk meraih impian, setiap orang pasti memiliki mimpi baik berupa materil maupun non materil kita ingin memiliki rumah, mobil, perabotan sampai karir yang naik, keluarga yang bahagia dan lain-lain semuanya dicapai dengan bekerja. Kerja bukanlah karunia yang begitu saja diterima karena berapa banyak orang yang saat ini belum bekerja alias pengangguran atau berapa banyak orang yang ingin mempunyai pekerjaan seperti yang anda miliki sekarang tetapi itu pekerjaan yang anda sekarang anda miliki adalah sebuah karunia besar dari Allah Ar Razak.
Setidaknya ada dua belas mitos kerja yang sangat berbahaya sehingga kita patut untuk menghindari kedua belas mitos tersebut antara lain Semakin banyak keringat maka semakin besar hasilnya, Aktivitas tinggi sama dengan produktivitas, Efisiensi sama dengan efektivitas, Bekerja hingga larut, Cara terbaik menyelesesaikan tugas adalah mengerjakan sendiri, Cara mudah adalah cara terbaik, Kerja keras layak dipuji, Kerja bukan hal yang menyenangkan, Hanya satu cara terbaik, Semakin tinggi disiplin semakin terbelenggu, Keadilan bagi semua, Hasil kerja yang baik dibawah kondisi tekanan atau ketegangan. Selamat bekerja dengan keikhlasan semoga rezeki yang halal dan thoyib menjadikan kita masuk surga kelak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar