
Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan
QS Al-Insyirah 5
Seorang anak bernama Alifah berusia 1 tahun mulai belajar berjalan, ia memiliki fisiologi telapak kaki yang agak datar sehingga menurut neneknya ia akan susah untuk cepat berjalan. Alifah mulai belajar berjalan dengan bantuan ibu dan ayahnya yang selalu menuntun kedua tangannya, membantunya untuk menjaga keseimbangan badan agar tidak terjatuh sehingga perlahan tapi pasti Alifah mampu melangkahkan kakinya yang mungil satu persatu. Terkadang Alifah juga belajar berjalan dengan menggunakan benda-benda seperti meja atau kursi sebagai tempat ia berpegangan. Dalam usahanya belajar jalan berkali-kali ia jatuh dan menanggis bahkan ketika ia sudah tidak membutuhkan bantuan untuk berjalan sudah tidak terhitung berapa kali ia jatuh, menangis dan tidak jarang menyebabkan lutut, kepala dan tangannya terluka. Ketika Alifah jatuh dalam belajar berjalan kedua orang tuanya hanya akan berucap ”ya, jatuh ! ayo bangun tidak apa-apa, kan Alifah sedang belajar jalan”. Sekarang Alifah usianya 2 tahun 2 bulan dan ia sekarang sudah bisa berjalan bahkan berlari walaupun ia masih sering terjatuh, tetapi Alifah tidak pernah berkata ”Ma, Alifah kapok belajar jalan nanti jatuh”.
Salam Sukses Mulia, pembaca kisah di atas adalah kisah putri saya yang sedang semanggat-semangatnya belajar berjalan, mungkin pembaca juga memiliki putra, putri atau keponakan yang masih belajar jalan, coba anda perhatikan secara seksama mereka sama sekali tidak mengenal rasa putus asa dalam belajar berjalan, mereka terus mencoba dan mencoba walaupun mereka tahu bahwa resikonya adalah terjatuh dan terluka. Semangat tidak takut jatuh atau gagal adalah karakter anak kecil dan kita pernah mengalami masa kecil, pertanyaannya adalah kemana semangat tidak takut untuk gagal setelah kita sudah dewasa saat ini ?
Kesuksesan bukan berarti tidak pernah gagal tetapi kesuksesan adalah berapa kali kita gagal dan kita bangkit dan menjadikan kegagalan itu sebagai pembangkit semanggat untuk sukses, siapapun di dunia ini yang telah sukses adalah mereka yang selalu mengalami kegagalan dalam meraih impiannya. Orang sukses sering melihat kegagalan sebagai sesuatu yang dapat mendekatkan mereka pada keberhasilan sehingga gagal ibarat obat pahit yang mendatangkan kesembuhan bagi orang sakit.
Hal senada di ungkapkan oleh Billy P.S. Lim, motivator kelas dunia yang berbasis di Malaysia penulis buku best seller berjudul Berani Gagal, pernah bertanya dalam sebuah sesi pelatihan : ”Mengapa orang akan tenggelam apabila jatuh ke dalam air?” Berbagai jawaban diberikan tetapi yang paling sering ialah ”Dia tak dapat berenang.” Lim kemudian menyalahkan jawaban itu. Lim memberi contoh kejadian orang tenggelam di air sedalam tiga inci. ”Orang tenggelam karena dia menetap disitu dan tidak menggerakkan dirinya ke tempat lain.” kesimpulannya adalah berapa kalipun anda terjatuh tak jadi soal tetapi yang terpenting adalah berapa kali anda mau untuk bangkit kembali.
Ketika kita merasa gagal atau kalah pertama kalinya dalam hidup kebanyakkan orang kemudian tidak berani mencoba lagi ini disebabkan oleh pengalaman gagal yang terasa lama dan kuat pengaruhnya dibandingkan pengalaman keberhasilan. Kecerdasan dalam mengelola pengalaman kalah sangat dibutuhkan di sini sebab adalah sebuah keniscayaan bahwa untuk mendapatkan kemenangan atau keberhasilan maka anda harus melalui lika-liku kegagalan. Kecerdasan jenis ini di dunia psikologi di sebut dengan Adversity Question yaitu kecerdasan mengubah kegagalan menjadi motivasi sukses, penelitian membuktikan bahwa salah satu motivasi yang sangat kuat yakni motivasi takut gagal. Adalah sebuah rumusan biasa bila kita meraih sebuah kesuksesan maka kita akan berusaha untuk mencoba usaha yang lebih baik tetapi rumusan yang terdahsyat adalah apabila kita mencoba sebuah usaha kemudian gagal, mencoba usaha gagal lagi begitu seterusnya dan kemudian kita membangun kesuksesan dari pengalaman gagal tersebut, bukankah ketika Thomas Alfa Edison di tanya tentang 9994 kegagalan yang di alaminya dalam mencari formula lampu pijar berujar ”saya tidak pernah gagal sebanyak 9994 kali, tetapi saya menemukan 9994 cara yang salah untuk membuat lampu pijar”.
Sebagai pelajaran bagi kita berikut kisah seorang pengusaha yang ketika mengalami kegagalan ia kemudian tidak putus asa tetapi menjadikan kegagalan itu untuk bisa bertahan hidup, ia adalah seorang pengusaha real estate yang sangat sukses di Thailand bernama Sirivat Voravetvutikun yang tiba-tiba mengalami kebangkrutan total akibat terjerat banyak utang yang ketika itu Asia mengalami krisis ekonomi, pengusaha tersebut kemudian tidak menyerah oleh kondisi yang dialaminya bahkan untuk tetap bertahan hidup sang pengusaha berjualan sandwich dan hamburger keliling. Berbagai macam cemohan terlontar dari aktivitasnya sebagai pedagang asongan, tetapi ditanggapi dengan berkata, ”saya lahir sebagai orang miskin, maka visi saya adalah menjadi orang sukses dan saya bekerja keras untuk berhasil. Yang penting, dalam masa krisis di Thailand ini saya berusaha mengatasi ras malu, gengsi dan takut. Itulah musuh terbesar saya. Setiap hari bangun, saya membayangkan betapa bahagianya saya ketika saya sukses dulu. Itu memberi saya semanggat luar biasa.” (Anthony, 2006).
Apabila dalam berusaha Anda dapat terus mencoba setelah tiga kegagalan, Anda dapat mempertimbangkan diri untuk menjadi pemimpin dalam pekerjaan Anda sekarang. Jika Anda terus mencoba setelah mengalami belasan kegagalan, ini berarti benih kejeniusan sedang tumbuh dalam diri Anda.
Apa yang membuat banyak orang tidak dapat bertahan dalam menghadapi kegagalan jawabannya adalah ketabahan. Ketabahan adalah salah satu dari pilar kegagalan seseorang dalam berusaha. Ketika penulis memutuskan untuk kuliah di kota pendidikan Malang selama kurang lebih 5 tahun penulis merasakan betul pahit getir hidup di negeri perantauan tanpa orang tua dan keluarga, dengan hanya berbekal uang 500 ribu di saku untuk bekal hidup selama dua bulan, saya mengalami betul dinamika hidup yang serba pas-pasan karena setelah itu orang tua menghentikan kiriman bekalnya ke penulis. Akhirnya penulis memutuskan untuk mencari tempat tinggal yang gratis yakni masjid, penulis juga sempat berhenti kuliah selama 1 semester karena ketiadaan dana untuk membayar uang kuliah, tidak sampai di situ penulis pun pernah merasakan bagaimana ketika tidak memiliki uang untuk sekedar membeli makanan bahkan pernah menginap di sebuah hotel kelas III untuk orang sakit selama 10 hari tanpa uang sama sekali untuk menembusnya beruntung penulis memiliki teman-teman yang membantu untuk membayarkannya. Pembaca kisah saya di atas mungkin masih belum seberapa beratnya dibandingkan dengan kisah yang lebih tragis lagi tetapi apa yang saya alami tersebut hampir membuat saya memutuskan untuk kembali pulang kampung walaupun akhirnya saya memutuskan untuk tetap bertahan dengan kondisi tersebut. Kesuksesan ditentukan oleh seberapa kuat saya dan anda untuk bertahan.
Terakhir saya akan mengutipkan kata-kata yang diucapkan oleh Eugenio Barba bahwa Secara sederhana, kegagalan adalah situasi tak terduga yang menuntut transformasi dalam sesuatu yang positif. Jangan lupa bahwa Amerika Serikat merupakan hasil dari kegagalan total. Karena Columbus sebenarnya ingin mencari jalan ke Asia.
QS Al-Insyirah 5
Seorang anak bernama Alifah berusia 1 tahun mulai belajar berjalan, ia memiliki fisiologi telapak kaki yang agak datar sehingga menurut neneknya ia akan susah untuk cepat berjalan. Alifah mulai belajar berjalan dengan bantuan ibu dan ayahnya yang selalu menuntun kedua tangannya, membantunya untuk menjaga keseimbangan badan agar tidak terjatuh sehingga perlahan tapi pasti Alifah mampu melangkahkan kakinya yang mungil satu persatu. Terkadang Alifah juga belajar berjalan dengan menggunakan benda-benda seperti meja atau kursi sebagai tempat ia berpegangan. Dalam usahanya belajar jalan berkali-kali ia jatuh dan menanggis bahkan ketika ia sudah tidak membutuhkan bantuan untuk berjalan sudah tidak terhitung berapa kali ia jatuh, menangis dan tidak jarang menyebabkan lutut, kepala dan tangannya terluka. Ketika Alifah jatuh dalam belajar berjalan kedua orang tuanya hanya akan berucap ”ya, jatuh ! ayo bangun tidak apa-apa, kan Alifah sedang belajar jalan”. Sekarang Alifah usianya 2 tahun 2 bulan dan ia sekarang sudah bisa berjalan bahkan berlari walaupun ia masih sering terjatuh, tetapi Alifah tidak pernah berkata ”Ma, Alifah kapok belajar jalan nanti jatuh”.
Salam Sukses Mulia, pembaca kisah di atas adalah kisah putri saya yang sedang semanggat-semangatnya belajar berjalan, mungkin pembaca juga memiliki putra, putri atau keponakan yang masih belajar jalan, coba anda perhatikan secara seksama mereka sama sekali tidak mengenal rasa putus asa dalam belajar berjalan, mereka terus mencoba dan mencoba walaupun mereka tahu bahwa resikonya adalah terjatuh dan terluka. Semangat tidak takut jatuh atau gagal adalah karakter anak kecil dan kita pernah mengalami masa kecil, pertanyaannya adalah kemana semangat tidak takut untuk gagal setelah kita sudah dewasa saat ini ?
Kesuksesan bukan berarti tidak pernah gagal tetapi kesuksesan adalah berapa kali kita gagal dan kita bangkit dan menjadikan kegagalan itu sebagai pembangkit semanggat untuk sukses, siapapun di dunia ini yang telah sukses adalah mereka yang selalu mengalami kegagalan dalam meraih impiannya. Orang sukses sering melihat kegagalan sebagai sesuatu yang dapat mendekatkan mereka pada keberhasilan sehingga gagal ibarat obat pahit yang mendatangkan kesembuhan bagi orang sakit.
Hal senada di ungkapkan oleh Billy P.S. Lim, motivator kelas dunia yang berbasis di Malaysia penulis buku best seller berjudul Berani Gagal, pernah bertanya dalam sebuah sesi pelatihan : ”Mengapa orang akan tenggelam apabila jatuh ke dalam air?” Berbagai jawaban diberikan tetapi yang paling sering ialah ”Dia tak dapat berenang.” Lim kemudian menyalahkan jawaban itu. Lim memberi contoh kejadian orang tenggelam di air sedalam tiga inci. ”Orang tenggelam karena dia menetap disitu dan tidak menggerakkan dirinya ke tempat lain.” kesimpulannya adalah berapa kalipun anda terjatuh tak jadi soal tetapi yang terpenting adalah berapa kali anda mau untuk bangkit kembali.
Ketika kita merasa gagal atau kalah pertama kalinya dalam hidup kebanyakkan orang kemudian tidak berani mencoba lagi ini disebabkan oleh pengalaman gagal yang terasa lama dan kuat pengaruhnya dibandingkan pengalaman keberhasilan. Kecerdasan dalam mengelola pengalaman kalah sangat dibutuhkan di sini sebab adalah sebuah keniscayaan bahwa untuk mendapatkan kemenangan atau keberhasilan maka anda harus melalui lika-liku kegagalan. Kecerdasan jenis ini di dunia psikologi di sebut dengan Adversity Question yaitu kecerdasan mengubah kegagalan menjadi motivasi sukses, penelitian membuktikan bahwa salah satu motivasi yang sangat kuat yakni motivasi takut gagal. Adalah sebuah rumusan biasa bila kita meraih sebuah kesuksesan maka kita akan berusaha untuk mencoba usaha yang lebih baik tetapi rumusan yang terdahsyat adalah apabila kita mencoba sebuah usaha kemudian gagal, mencoba usaha gagal lagi begitu seterusnya dan kemudian kita membangun kesuksesan dari pengalaman gagal tersebut, bukankah ketika Thomas Alfa Edison di tanya tentang 9994 kegagalan yang di alaminya dalam mencari formula lampu pijar berujar ”saya tidak pernah gagal sebanyak 9994 kali, tetapi saya menemukan 9994 cara yang salah untuk membuat lampu pijar”.
Sebagai pelajaran bagi kita berikut kisah seorang pengusaha yang ketika mengalami kegagalan ia kemudian tidak putus asa tetapi menjadikan kegagalan itu untuk bisa bertahan hidup, ia adalah seorang pengusaha real estate yang sangat sukses di Thailand bernama Sirivat Voravetvutikun yang tiba-tiba mengalami kebangkrutan total akibat terjerat banyak utang yang ketika itu Asia mengalami krisis ekonomi, pengusaha tersebut kemudian tidak menyerah oleh kondisi yang dialaminya bahkan untuk tetap bertahan hidup sang pengusaha berjualan sandwich dan hamburger keliling. Berbagai macam cemohan terlontar dari aktivitasnya sebagai pedagang asongan, tetapi ditanggapi dengan berkata, ”saya lahir sebagai orang miskin, maka visi saya adalah menjadi orang sukses dan saya bekerja keras untuk berhasil. Yang penting, dalam masa krisis di Thailand ini saya berusaha mengatasi ras malu, gengsi dan takut. Itulah musuh terbesar saya. Setiap hari bangun, saya membayangkan betapa bahagianya saya ketika saya sukses dulu. Itu memberi saya semanggat luar biasa.” (Anthony, 2006).
Apabila dalam berusaha Anda dapat terus mencoba setelah tiga kegagalan, Anda dapat mempertimbangkan diri untuk menjadi pemimpin dalam pekerjaan Anda sekarang. Jika Anda terus mencoba setelah mengalami belasan kegagalan, ini berarti benih kejeniusan sedang tumbuh dalam diri Anda.
Apa yang membuat banyak orang tidak dapat bertahan dalam menghadapi kegagalan jawabannya adalah ketabahan. Ketabahan adalah salah satu dari pilar kegagalan seseorang dalam berusaha. Ketika penulis memutuskan untuk kuliah di kota pendidikan Malang selama kurang lebih 5 tahun penulis merasakan betul pahit getir hidup di negeri perantauan tanpa orang tua dan keluarga, dengan hanya berbekal uang 500 ribu di saku untuk bekal hidup selama dua bulan, saya mengalami betul dinamika hidup yang serba pas-pasan karena setelah itu orang tua menghentikan kiriman bekalnya ke penulis. Akhirnya penulis memutuskan untuk mencari tempat tinggal yang gratis yakni masjid, penulis juga sempat berhenti kuliah selama 1 semester karena ketiadaan dana untuk membayar uang kuliah, tidak sampai di situ penulis pun pernah merasakan bagaimana ketika tidak memiliki uang untuk sekedar membeli makanan bahkan pernah menginap di sebuah hotel kelas III untuk orang sakit selama 10 hari tanpa uang sama sekali untuk menembusnya beruntung penulis memiliki teman-teman yang membantu untuk membayarkannya. Pembaca kisah saya di atas mungkin masih belum seberapa beratnya dibandingkan dengan kisah yang lebih tragis lagi tetapi apa yang saya alami tersebut hampir membuat saya memutuskan untuk kembali pulang kampung walaupun akhirnya saya memutuskan untuk tetap bertahan dengan kondisi tersebut. Kesuksesan ditentukan oleh seberapa kuat saya dan anda untuk bertahan.
Terakhir saya akan mengutipkan kata-kata yang diucapkan oleh Eugenio Barba bahwa Secara sederhana, kegagalan adalah situasi tak terduga yang menuntut transformasi dalam sesuatu yang positif. Jangan lupa bahwa Amerika Serikat merupakan hasil dari kegagalan total. Karena Columbus sebenarnya ingin mencari jalan ke Asia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar