Virus M2B
Indra Wijaya, S.Psi
Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabbku. Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun dan Maha Penyayang
QS Yusuf 53
Tiba-tiba seorang istri memanggil suami “papa, tolong deh sampahnya di buang sudah banyak nih dan bau !” itu ketiga kalinya istrinya memanggilnya tetapi suami yang sedang asyik dengan korannya hanya berkata dengan santainya “Lagi malas ah !!! nanti saja buang sampahnya kalau akan ke kantor sekalian lewat. Ketika ia berangkat ke kantor akhirnya ia lupa untuk membuang sampah karena keburu terlambat sampai di kantor, jadilah istrinya ngomel-ngomel karena sampahnya tidak terbuang. Di kantor suami tersebut datang terlambat sehingga untuk kesekian kalinya ia di panggil oleh atasannya, hari itu ia punya alasan “maaf pak hari ini saya datang terlambat karena saya harus membuang sampah yang sudah menumpuk dua hari dan lagian tempat membuang sampahnya harus memutar dulu ke belakang perumahan saya di tambah lagi jalannya rusak pak” kali ini atasannya sudah tidak bisa menerima alasan lagi “Kamu ini ada saja alasan yang kamu buat kalau terlambat macetlah, buang sampahlah, sakit perutlah, istrimu sakitlah, anak sakit dan seribu alasan yang kamu sering lontarkan, cukup, cukup hari ini terakhir kali saya mendengarkan alasan kamu kalau besok kamu masih terlambat maka saya akan memecat kamu, paham !!!”. Akhirnya dengan muka tertunduk lesu ia kembali ke ruangan kerjanya, di mejanya sudah menunggu setumpuk berkas yang harus ia teliti yang seharusnya telah selesai sebelumnya, ia sering menunda-nunda pekerjaan utamanya karena sering disibukkan dengan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaannya seperti membalas sms, mengangkat telpon atau ngobrol dengan rekan sekerjanya. Hari itu sang suami merasakan bagaimana ketidaknyamanan menunda, malas dan banyak alasan, dikantor ia apes karena dimarahi atasan belum lagi pekerjaan yang menumpuk sedangkan di rumah ia sudah harus siap-siap berhadapan dengan sang istri karena kejadi tadi pagi. Sudah jatuh tertimpa tangga lagi kata sang suami dalam hati.
Salam Sukses Mulia, cerita di atas adalah gambaran bagaimana seseorang yang terjangkiti virus M2B yaitu malas, menunda dan banyak alasan. Virus yang sering menjangkiti ini memang tiak mematikan secara fisik tetapi virus dapat melumpuhkan jiwa seseorang yang berdampak pada kekacauan dalam rumah tangga, tempat kerja dan masyarakat tempat ia tinggal.
Mula-mula, Kita membentuk kebiasaan kita Lama-kelamaan, Kebiasaan kitalah yang membentuk kita. Menurut para ahli bahwa hidup kita 90 % dipengaruhi oleh kebiasaan kita, ibarat sebuah benang yang tidak terlihat pertama kalinya maka setiap kita melakukan kebiasaan tersebut maka benang tersebut akan bertambah tebal sehingga akan membentuk tali tambang penarik kapal jika kebiasaan tersebut rutin kita lakukan. Virus M2B adalah kebiasaan yang kita bentuk pertama kali sehingga lama kelamaan virus tersebutlah yang membentuk kita sehingga virus itu yang mengendalikan diri kita sendiri.
Kebiasaan yang yang disebabkan oleh Virus M2B akan sangat berdampak buruk pada diri orang tersebut kalau ia tidak segera untuk mengobatinya, bahkan ada yang merasakan
bahwa dirinya telah terjangkiti oleh virus M2B tetapi ia tidak mampu untuk menolaknya sehingga akhirnya ia sangat menikmati virus M2B dalam kehidupannya. Virus ini juga dapat menular kepada orang lain sehingga berhati-hatilah bergaul dengan orang yang terjangkiti virus M2B.
Mari kita lihat satu per satu virus M2B tersebut yang pertama adalah menunda banyak orang yang sering melakukan yang satu ini yaitu menunda, ada kegagalan yang terjadi memang disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang dalam bidang tersebut tetapi lebih banyak kegagalan disebabkan karena adanya sifat MENUNDA. Akan banyak pekerjaan yang kita selesaikan hari ini kalau kita tidak menunda sehingga besok harinya kita akan mengerjakan pekerjaan yang lain, bagaimana mungkin kita akan meningkatkan kualitas kerja kalau pekerjaan yang kemarin sering menumpuk, menumpuk dan menumpuk. Menunda kita lakukan karena kita terlalu percaya diri bahwa besok kita masih punya banyak waktu, siapakah yang menjamin besok kita masih tetap hidup ? kalaupun besok terjadi kiamat dan di tangan anda ada sebutir biji kurma maka tanamlah karena itu adalah sebuah kebaikkan dan menunda sebuah kebaikkan adalah sebuah kerugian. Apakah anda termasuk orang sering menunda ?
Kedua adalah Malas, kalau menunda masih lebih baik karena masih ada itikad untuk melakukan dilain kesempatan tapi malas adalah orang-orang yang telah kehilangan motivasi, sehingga kita bisa haqqul yakin bahwa orang yang malas tidak akan mampu menyelesaikan pekerjaan yang diamanahkan. Maka tepatlah bahwa malas adalah sifat permanen yang membuat orang akan gagal di semua bidang kehidupan. Orang yang malas memandang dunia ini dengan pesimis sehingga dari pikiran yang negatif ini akan berkembang menjadi sikap meremehkan orang lain maupun diri sendiri karena itu akan muncul kesimpulan ”memang saya tidak bisa” atau ”kenapa harus saya yang mengerjakan” . Lihatlah bagaimana kehidupan orang-orang yang malas penghidupan mereka selalu sempit, raut muka mereka tidak bersahaja, fisik yang sering loyo, semangat hidup yang redup dan pergaulan yang sangat terbatas.
Ketiga adalah Banyak Alasan, bila kita ingin menyakinkan istri kita, teman kita, atasan kita, keluarga kita atau yang lain maka kita akan mengemukakan beberapa alasan dengan harapan mereka dapat memahami kita pada kondisi ini alasan sah-sah saja, tetapi kalau alasan yang kita ajukan adalah sebuah rekayasa dari fakta-fakta yang tidak menyebabkan ketidaksempurnaan itu terjadi atau sebuah alasan yang sebenarnya kita bisa mengontrolnya tetapi karena ketelodoroan kita maka sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga alasan senantiasa benar bagi yang beralasan. Banyak alasan adalah perilaku kaum yahudi saat nabi Musa menyuruh mereka untuk menyembelih sapi betina karena terlalu banyak pertanyaan yang mereka ajukan kepada Nabi Musa dan ketika semua pertanyaan mereka terjawab mereka enggan untuk menyembelih karena alasan bahwa sapi betina yang disyaratkan terlalu berat. Lihatlah betapa kasihannya orang yang terlalu banyak alasan yang akhirnya menjadi senjata makan tuan.
Kita sukses atau hancur tergantung kebiasaan kita, kalau kemudian kita tidak cepat menyadari keberadaan virus M2B maka ia akan mengendalikan hidup kita sampai kemudian kita akan tersadar ketika kita telah berada di jurang kegagalan.
Taburkanlah suatu pikiran, kamu akan menuai perbuatan. Taburkanlah suatu perbuatan, kamu akan menuai kebiasaan. Taburkanlah suatu kebiasaan, kamu akan menuai karakter. Taburkanlah suatu karakter, kamu akan menuai kesuksesan hidup.
Indra Wijaya, S.Psi
Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabbku. Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun dan Maha Penyayang
QS Yusuf 53
Tiba-tiba seorang istri memanggil suami “papa, tolong deh sampahnya di buang sudah banyak nih dan bau !” itu ketiga kalinya istrinya memanggilnya tetapi suami yang sedang asyik dengan korannya hanya berkata dengan santainya “Lagi malas ah !!! nanti saja buang sampahnya kalau akan ke kantor sekalian lewat. Ketika ia berangkat ke kantor akhirnya ia lupa untuk membuang sampah karena keburu terlambat sampai di kantor, jadilah istrinya ngomel-ngomel karena sampahnya tidak terbuang. Di kantor suami tersebut datang terlambat sehingga untuk kesekian kalinya ia di panggil oleh atasannya, hari itu ia punya alasan “maaf pak hari ini saya datang terlambat karena saya harus membuang sampah yang sudah menumpuk dua hari dan lagian tempat membuang sampahnya harus memutar dulu ke belakang perumahan saya di tambah lagi jalannya rusak pak” kali ini atasannya sudah tidak bisa menerima alasan lagi “Kamu ini ada saja alasan yang kamu buat kalau terlambat macetlah, buang sampahlah, sakit perutlah, istrimu sakitlah, anak sakit dan seribu alasan yang kamu sering lontarkan, cukup, cukup hari ini terakhir kali saya mendengarkan alasan kamu kalau besok kamu masih terlambat maka saya akan memecat kamu, paham !!!”. Akhirnya dengan muka tertunduk lesu ia kembali ke ruangan kerjanya, di mejanya sudah menunggu setumpuk berkas yang harus ia teliti yang seharusnya telah selesai sebelumnya, ia sering menunda-nunda pekerjaan utamanya karena sering disibukkan dengan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaannya seperti membalas sms, mengangkat telpon atau ngobrol dengan rekan sekerjanya. Hari itu sang suami merasakan bagaimana ketidaknyamanan menunda, malas dan banyak alasan, dikantor ia apes karena dimarahi atasan belum lagi pekerjaan yang menumpuk sedangkan di rumah ia sudah harus siap-siap berhadapan dengan sang istri karena kejadi tadi pagi. Sudah jatuh tertimpa tangga lagi kata sang suami dalam hati.
Salam Sukses Mulia, cerita di atas adalah gambaran bagaimana seseorang yang terjangkiti virus M2B yaitu malas, menunda dan banyak alasan. Virus yang sering menjangkiti ini memang tiak mematikan secara fisik tetapi virus dapat melumpuhkan jiwa seseorang yang berdampak pada kekacauan dalam rumah tangga, tempat kerja dan masyarakat tempat ia tinggal.
Mula-mula, Kita membentuk kebiasaan kita Lama-kelamaan, Kebiasaan kitalah yang membentuk kita. Menurut para ahli bahwa hidup kita 90 % dipengaruhi oleh kebiasaan kita, ibarat sebuah benang yang tidak terlihat pertama kalinya maka setiap kita melakukan kebiasaan tersebut maka benang tersebut akan bertambah tebal sehingga akan membentuk tali tambang penarik kapal jika kebiasaan tersebut rutin kita lakukan. Virus M2B adalah kebiasaan yang kita bentuk pertama kali sehingga lama kelamaan virus tersebutlah yang membentuk kita sehingga virus itu yang mengendalikan diri kita sendiri.
Kebiasaan yang yang disebabkan oleh Virus M2B akan sangat berdampak buruk pada diri orang tersebut kalau ia tidak segera untuk mengobatinya, bahkan ada yang merasakan
bahwa dirinya telah terjangkiti oleh virus M2B tetapi ia tidak mampu untuk menolaknya sehingga akhirnya ia sangat menikmati virus M2B dalam kehidupannya. Virus ini juga dapat menular kepada orang lain sehingga berhati-hatilah bergaul dengan orang yang terjangkiti virus M2B.
Mari kita lihat satu per satu virus M2B tersebut yang pertama adalah menunda banyak orang yang sering melakukan yang satu ini yaitu menunda, ada kegagalan yang terjadi memang disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang dalam bidang tersebut tetapi lebih banyak kegagalan disebabkan karena adanya sifat MENUNDA. Akan banyak pekerjaan yang kita selesaikan hari ini kalau kita tidak menunda sehingga besok harinya kita akan mengerjakan pekerjaan yang lain, bagaimana mungkin kita akan meningkatkan kualitas kerja kalau pekerjaan yang kemarin sering menumpuk, menumpuk dan menumpuk. Menunda kita lakukan karena kita terlalu percaya diri bahwa besok kita masih punya banyak waktu, siapakah yang menjamin besok kita masih tetap hidup ? kalaupun besok terjadi kiamat dan di tangan anda ada sebutir biji kurma maka tanamlah karena itu adalah sebuah kebaikkan dan menunda sebuah kebaikkan adalah sebuah kerugian. Apakah anda termasuk orang sering menunda ?
Kedua adalah Malas, kalau menunda masih lebih baik karena masih ada itikad untuk melakukan dilain kesempatan tapi malas adalah orang-orang yang telah kehilangan motivasi, sehingga kita bisa haqqul yakin bahwa orang yang malas tidak akan mampu menyelesaikan pekerjaan yang diamanahkan. Maka tepatlah bahwa malas adalah sifat permanen yang membuat orang akan gagal di semua bidang kehidupan. Orang yang malas memandang dunia ini dengan pesimis sehingga dari pikiran yang negatif ini akan berkembang menjadi sikap meremehkan orang lain maupun diri sendiri karena itu akan muncul kesimpulan ”memang saya tidak bisa” atau ”kenapa harus saya yang mengerjakan” . Lihatlah bagaimana kehidupan orang-orang yang malas penghidupan mereka selalu sempit, raut muka mereka tidak bersahaja, fisik yang sering loyo, semangat hidup yang redup dan pergaulan yang sangat terbatas.
Ketiga adalah Banyak Alasan, bila kita ingin menyakinkan istri kita, teman kita, atasan kita, keluarga kita atau yang lain maka kita akan mengemukakan beberapa alasan dengan harapan mereka dapat memahami kita pada kondisi ini alasan sah-sah saja, tetapi kalau alasan yang kita ajukan adalah sebuah rekayasa dari fakta-fakta yang tidak menyebabkan ketidaksempurnaan itu terjadi atau sebuah alasan yang sebenarnya kita bisa mengontrolnya tetapi karena ketelodoroan kita maka sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga alasan senantiasa benar bagi yang beralasan. Banyak alasan adalah perilaku kaum yahudi saat nabi Musa menyuruh mereka untuk menyembelih sapi betina karena terlalu banyak pertanyaan yang mereka ajukan kepada Nabi Musa dan ketika semua pertanyaan mereka terjawab mereka enggan untuk menyembelih karena alasan bahwa sapi betina yang disyaratkan terlalu berat. Lihatlah betapa kasihannya orang yang terlalu banyak alasan yang akhirnya menjadi senjata makan tuan.
Kita sukses atau hancur tergantung kebiasaan kita, kalau kemudian kita tidak cepat menyadari keberadaan virus M2B maka ia akan mengendalikan hidup kita sampai kemudian kita akan tersadar ketika kita telah berada di jurang kegagalan.
Taburkanlah suatu pikiran, kamu akan menuai perbuatan. Taburkanlah suatu perbuatan, kamu akan menuai kebiasaan. Taburkanlah suatu kebiasaan, kamu akan menuai karakter. Taburkanlah suatu karakter, kamu akan menuai kesuksesan hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar