
Kami jelaskan yang demikian itu agar kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu
Qs. Al-Hadid : 23
Sepasang suami istri yang sudah menikah hampir empat belas tahun memiliki tiga orang anak, awal menikah sang suami lebih tua tujuh tahun dari istrinya. Waktu itu keduanya bertemu secara kebetulan di sebuah perguruan tinggi komputer ternama, hanya dalam waktu dua pekan masa perkenalan mereka melanjutkan ke jenjang pernikahan. Masa bulan madu tidak mereka lewati karena keburu ke suatu kota karena sang suami hanya di beri cuti yang singkat dari perusahaan otomotif yang sangat terkenal. Tetapi sang suami tidak merasa betah bekerja akhirnya keluar dari perusahaan tersebut dan memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya dan untuk menghidupi belanja sehari-hari mereka membuka rental komputer yang kebetulan sesuai dengan jurusan sang istri. Konflik akhirnya pecah antara mertua dengan sang menantu karena sang mertua menginginkan anaknya yang notabene suami dari menantunya bekerja seperti orang-orang kantoran yang berdasi pergi pagi pulang sore, sang menantu merasa tertekan dari dua sisi, di sisi yang satu sang suami sudah tak mau lagi untuk melamar kerja di sisi yang lain sang sang menantu tidak ingin dikatakan oleh mertuanya sebagai sumber kesialan. Akhirnya pada suatu waktu sang istri menemukan sebuah lowongan kepala cabang dari surat kabar skala nasional, sang istri memutuskan untuk mengirimkan lamaran ke perusahaan tersebut tanpa sepengetahuan sang suami, dengan keahlian komputer yang di milikinya ia kemudian menuliskan surat lamaran tersebut lengkap dengan tanda tangan suaminya. Ketika ia akan meminta tanda tangan suaminya, sang istri memilih di malam hari di mana sang suami antara sadar dan tak sadar istrinya berkata ”Kak tolong tanda tangani di sini !” sang suami dengan malasnya bertanya ”untuk apa tanda tangan ?” sang istri menjawab dengan singkat ”untuk mengurus kartu keluarga”. Besoknya kemudian ia mengirim surat lamaran tersebut dan tak lama berselang ternyata lamaran tersebut lolos administrasi sehingga sang suami yang tak tahu apa-apa dihadapkan oleh dua pilihan yang berat antara menolak panggilan tersebut atau menceraikan sang istri sebagai ancaman bagi sang suami bila tak memenuhi panggilan wawancara dari perusahaan tersebut. Sang suami akhirnya memenuhi panggilan wawancara tersebut dan ternyata ia di terima singkat cerita sekarang suami istri tersebut telah sukses, sang suami telah menjadi direktur yang sukses dan mempunyai banyak bisnis dari pengembangan gajinya sedangkan sang istri juga menjadi pengusaha yang lumayan sukses.
Salam sukses mulia, pembaca dalam hidup ini peluang hanya datang sekali saja, peluang yang sudah berlalu tidak akan pernah terulang untuk kedua kalinya begitu pula peluang yang akan datang belum tentu menghampiri kita, jadi bila peluang untuk menjadi sukses sudah berada di depan mata maka jangan berpikir panjang untuk menangkapnya segera bila kemudian anda sudah berusaha dan ternyata gagal maka anda harus menciptakan peluang itu sendiri sebagai contoh dua perusahaan A dan B yang bergerak di bidang industri sandal jepit akan melakukan ekspansi (memperluas) pasar di pulau Papua maka untuk memulai hal tersebut maka kedua perusahaan A dan B tersebut mengirim seseorang untuk melakukan survei di pulau Papua ketika orang dari perusahaan A tiba maka ia melihat bahwa banyak orang Papua yang tidak mengenakan sandal maka seketika itu juga ia kemudian melapor ke perusahaan mengatakan bahwa akan sangat susah untuk memasarkan sandal jepit produksi perusahaan A di pulau Papua karena hampir semua orang Papua tidak memakai sandal sedangkan ketika perusahaan B mengirim orang ke pulau Papua dan melihat begitu banyaknya orang Papua yang tidak memakai sandal maka ia kemudian melaporkan hasi surveinya ke perusahaan B bahwa ini adalah peluang yang sangat menguntungkan bagi perusahaan B untuk menjual sandal produksinya karena masih banyak orang Papua yang sangat membutuhkan sandal jepit.
Dalam menciptakan peluang maka salah satu tipsnya adalah banyak berteman, bila anda mempunyai teman maka anda telah menciptakan peluang tersebut. Seorang pengusaha real estate yang tinggal di Surabaya mempunyai sebuah kebiasaan unik yaitu melambaikan tangan atau menyapa orang-orang yang belum dikenalinya menurutnya dengan melambaikan tangan atau menyapa orang-orang baru dikenalinya maka ia telah menciptakan peluang bisnis yang luar biasa, bila orang yang anda lambaikan tangan tersebut meresponnya maka saya akan menyapanya yang lebih hangat dan akan dilanjutkan dengan berkenalan mulai A sampai Z dari situ kemudian setelah saya mengenalnya maka saya akan menghubunginya untuk menawarkan rumah. Kejadian yang serupa pernah penulis dengar bagimana salah seorang ustad mendapatkan proyek pengadaan buku yang ditulisnya sebanyak 1000 buah hanya karena ketika ustad tersebut membawakan sebuah pengajian di mana ada seorang kepala perpustakaan daerah yang mengikuti pengajian tersebut, ustad tersebut tidak menyia-yiakan kesempatan maka beberapa buku yang telah ditulisnya dihadiahkan kepada kepala perpustakaan daerah karena tertarik oleh buku ustad tersebut maka kepala perpustakaan tersebut memesan untuk perpustakaan yang dipimpinnya.
Banyak orang yang sangat bodoh dalam melihat peluang atau kesempatan diri mereka dalam meraih kesuksesan. Hal ini terjadi disebabkan yang pertama adalah mereka selalu menunda segala sesuatu, dalam sebuah hadist diingatkan bahwa kerjakanlah segera lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya yaitu pergunakanlah masa mudamu sebelum datang masa tuamu, pergunakanlah masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, pergunakanlah masa lapangmu sebelum datang masa sempitmu, pergunakanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, dan yang terakhir pergunakanlah masa hidupmu sebelum datang kematian. Kedua karena anggapan bahwa apa yang ia dapatkan hanya kebetulan semata, orang-orang sukses bukanlah karena kebetulan mereka sudah kaya dari sononya tetapi lebih disebabkan peluang yang dimanfaatkan secara maksimal. Apa yang didapatkan hari ini tidak terlepas dari apa yang telah kita lakukan di hari kemarin dan apa yang akan terjadi besok itu karena apa yang dilakukan hari ini sehingga orang yang sukses hari ini lebih disebabkan karena mereka mampu menangkap peluang kesuksesan di hari kemarin dan orang yang sukses di masa datang tidak lebih tidak kurang karena hari ini mereka mampu menangkap peluang kesuksesan bahkan menciptakan peluang kesuksesan.
Tidak jauh dari sebuah pasar yang sedang sibuk antara pedagang dan pembeli terdapat seorang pemuda yang sedang tidur malas-malasan, tiba-tiba datang seorang kakek yang akan menuju ke pasar tersebut berkata kepada pemuda tersebut ”wahai pemuda kenapa kau hanya tidur-tiduran saja sedangkan kau lihat sendiri bagaimana orang-orang di sana bekerja untuk mencari rezki ?” pemuda tersebut menjawab ”Kakek saya sedang menunggu seseorang yang akan memberikan keberuntungan padaku”, mendengar jawaban pemuda malas tersebut kakek tersebut berlalu meninggalkannya sambil berujar ”pemuda bodoh mana ada uang jatuh dari langit”. Tak berapa lama datang seseorang dari arah pasar dan kemudian menghampiri pemuda malas ”wahai pemuda kenapa kau hanya tidur-tiduran saja di sini ! kenapa engkau tidak bekerja untuk mencari keberuntungan di pagi ini ?” pemuda itu kemudian memberikan jawaban yang sama ”Saya sedang menunggu seseorang yang akan memberikan keberuntungan”, orang tersebut kemudian berkata ”wahai pemuda maukah engkau meneruskan usahaku dalam jual beli ?” pemuda itu kemudian menjawab ”tidak, terima kasih” akhirnya orang tersebut pergi. Tidak berapa lama kakek yang tadi melintas telah kembali dari pasar dan tak lupa singgah pada pemuda tadi kemudian berkata ”apakah sudah datang orang yang membawa keberuntunganmu ?” pemuda itu kemudian menjawab ”belum wahai kakek”. lantas orang yang menyinggahimu tadi tidak menawarkan apa-apa padamu ujar sang kakek, pemuda itu kemudian menjawab ”tidak menawarkan apa-apa selain hanya menawarkan aku untuk meneruskan usahanya” kakek dengan semangatnya berseru ”apa kamu terima tawarannya !” pemuda tersebut menjawab dengan mantap ”Tidak”. Kakek tersebut kelihatan menunduk lesu sambil berkata kepada pemuda tersebut ”Wahai pemuda engkau telah melewatkan keberuntunganmu hari ini, sesungguhnya orang yang menawarkan sesuatu kepadamu adalah saudagar yang sangat kaya di kota ini dan ia sampai hari ini belum memiliki keturunan untuk mewarisi usaha dan harta kekayaannya”. Mendengar penjelasan dari kakek tersebut kontan sang pemuda berlari mengejar orang tadi tetapi apa lacur pemuda tersebut tidak menemukannya. Pembaca kalau kesempatan sudah di depan mata maka jangan pernah melepaskannya.
Qs. Al-Hadid : 23
Sepasang suami istri yang sudah menikah hampir empat belas tahun memiliki tiga orang anak, awal menikah sang suami lebih tua tujuh tahun dari istrinya. Waktu itu keduanya bertemu secara kebetulan di sebuah perguruan tinggi komputer ternama, hanya dalam waktu dua pekan masa perkenalan mereka melanjutkan ke jenjang pernikahan. Masa bulan madu tidak mereka lewati karena keburu ke suatu kota karena sang suami hanya di beri cuti yang singkat dari perusahaan otomotif yang sangat terkenal. Tetapi sang suami tidak merasa betah bekerja akhirnya keluar dari perusahaan tersebut dan memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya dan untuk menghidupi belanja sehari-hari mereka membuka rental komputer yang kebetulan sesuai dengan jurusan sang istri. Konflik akhirnya pecah antara mertua dengan sang menantu karena sang mertua menginginkan anaknya yang notabene suami dari menantunya bekerja seperti orang-orang kantoran yang berdasi pergi pagi pulang sore, sang menantu merasa tertekan dari dua sisi, di sisi yang satu sang suami sudah tak mau lagi untuk melamar kerja di sisi yang lain sang sang menantu tidak ingin dikatakan oleh mertuanya sebagai sumber kesialan. Akhirnya pada suatu waktu sang istri menemukan sebuah lowongan kepala cabang dari surat kabar skala nasional, sang istri memutuskan untuk mengirimkan lamaran ke perusahaan tersebut tanpa sepengetahuan sang suami, dengan keahlian komputer yang di milikinya ia kemudian menuliskan surat lamaran tersebut lengkap dengan tanda tangan suaminya. Ketika ia akan meminta tanda tangan suaminya, sang istri memilih di malam hari di mana sang suami antara sadar dan tak sadar istrinya berkata ”Kak tolong tanda tangani di sini !” sang suami dengan malasnya bertanya ”untuk apa tanda tangan ?” sang istri menjawab dengan singkat ”untuk mengurus kartu keluarga”. Besoknya kemudian ia mengirim surat lamaran tersebut dan tak lama berselang ternyata lamaran tersebut lolos administrasi sehingga sang suami yang tak tahu apa-apa dihadapkan oleh dua pilihan yang berat antara menolak panggilan tersebut atau menceraikan sang istri sebagai ancaman bagi sang suami bila tak memenuhi panggilan wawancara dari perusahaan tersebut. Sang suami akhirnya memenuhi panggilan wawancara tersebut dan ternyata ia di terima singkat cerita sekarang suami istri tersebut telah sukses, sang suami telah menjadi direktur yang sukses dan mempunyai banyak bisnis dari pengembangan gajinya sedangkan sang istri juga menjadi pengusaha yang lumayan sukses.
Salam sukses mulia, pembaca dalam hidup ini peluang hanya datang sekali saja, peluang yang sudah berlalu tidak akan pernah terulang untuk kedua kalinya begitu pula peluang yang akan datang belum tentu menghampiri kita, jadi bila peluang untuk menjadi sukses sudah berada di depan mata maka jangan berpikir panjang untuk menangkapnya segera bila kemudian anda sudah berusaha dan ternyata gagal maka anda harus menciptakan peluang itu sendiri sebagai contoh dua perusahaan A dan B yang bergerak di bidang industri sandal jepit akan melakukan ekspansi (memperluas) pasar di pulau Papua maka untuk memulai hal tersebut maka kedua perusahaan A dan B tersebut mengirim seseorang untuk melakukan survei di pulau Papua ketika orang dari perusahaan A tiba maka ia melihat bahwa banyak orang Papua yang tidak mengenakan sandal maka seketika itu juga ia kemudian melapor ke perusahaan mengatakan bahwa akan sangat susah untuk memasarkan sandal jepit produksi perusahaan A di pulau Papua karena hampir semua orang Papua tidak memakai sandal sedangkan ketika perusahaan B mengirim orang ke pulau Papua dan melihat begitu banyaknya orang Papua yang tidak memakai sandal maka ia kemudian melaporkan hasi surveinya ke perusahaan B bahwa ini adalah peluang yang sangat menguntungkan bagi perusahaan B untuk menjual sandal produksinya karena masih banyak orang Papua yang sangat membutuhkan sandal jepit.
Dalam menciptakan peluang maka salah satu tipsnya adalah banyak berteman, bila anda mempunyai teman maka anda telah menciptakan peluang tersebut. Seorang pengusaha real estate yang tinggal di Surabaya mempunyai sebuah kebiasaan unik yaitu melambaikan tangan atau menyapa orang-orang yang belum dikenalinya menurutnya dengan melambaikan tangan atau menyapa orang-orang baru dikenalinya maka ia telah menciptakan peluang bisnis yang luar biasa, bila orang yang anda lambaikan tangan tersebut meresponnya maka saya akan menyapanya yang lebih hangat dan akan dilanjutkan dengan berkenalan mulai A sampai Z dari situ kemudian setelah saya mengenalnya maka saya akan menghubunginya untuk menawarkan rumah. Kejadian yang serupa pernah penulis dengar bagimana salah seorang ustad mendapatkan proyek pengadaan buku yang ditulisnya sebanyak 1000 buah hanya karena ketika ustad tersebut membawakan sebuah pengajian di mana ada seorang kepala perpustakaan daerah yang mengikuti pengajian tersebut, ustad tersebut tidak menyia-yiakan kesempatan maka beberapa buku yang telah ditulisnya dihadiahkan kepada kepala perpustakaan daerah karena tertarik oleh buku ustad tersebut maka kepala perpustakaan tersebut memesan untuk perpustakaan yang dipimpinnya.
Banyak orang yang sangat bodoh dalam melihat peluang atau kesempatan diri mereka dalam meraih kesuksesan. Hal ini terjadi disebabkan yang pertama adalah mereka selalu menunda segala sesuatu, dalam sebuah hadist diingatkan bahwa kerjakanlah segera lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya yaitu pergunakanlah masa mudamu sebelum datang masa tuamu, pergunakanlah masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, pergunakanlah masa lapangmu sebelum datang masa sempitmu, pergunakanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, dan yang terakhir pergunakanlah masa hidupmu sebelum datang kematian. Kedua karena anggapan bahwa apa yang ia dapatkan hanya kebetulan semata, orang-orang sukses bukanlah karena kebetulan mereka sudah kaya dari sononya tetapi lebih disebabkan peluang yang dimanfaatkan secara maksimal. Apa yang didapatkan hari ini tidak terlepas dari apa yang telah kita lakukan di hari kemarin dan apa yang akan terjadi besok itu karena apa yang dilakukan hari ini sehingga orang yang sukses hari ini lebih disebabkan karena mereka mampu menangkap peluang kesuksesan di hari kemarin dan orang yang sukses di masa datang tidak lebih tidak kurang karena hari ini mereka mampu menangkap peluang kesuksesan bahkan menciptakan peluang kesuksesan.
Tidak jauh dari sebuah pasar yang sedang sibuk antara pedagang dan pembeli terdapat seorang pemuda yang sedang tidur malas-malasan, tiba-tiba datang seorang kakek yang akan menuju ke pasar tersebut berkata kepada pemuda tersebut ”wahai pemuda kenapa kau hanya tidur-tiduran saja sedangkan kau lihat sendiri bagaimana orang-orang di sana bekerja untuk mencari rezki ?” pemuda tersebut menjawab ”Kakek saya sedang menunggu seseorang yang akan memberikan keberuntungan padaku”, mendengar jawaban pemuda malas tersebut kakek tersebut berlalu meninggalkannya sambil berujar ”pemuda bodoh mana ada uang jatuh dari langit”. Tak berapa lama datang seseorang dari arah pasar dan kemudian menghampiri pemuda malas ”wahai pemuda kenapa kau hanya tidur-tiduran saja di sini ! kenapa engkau tidak bekerja untuk mencari keberuntungan di pagi ini ?” pemuda itu kemudian memberikan jawaban yang sama ”Saya sedang menunggu seseorang yang akan memberikan keberuntungan”, orang tersebut kemudian berkata ”wahai pemuda maukah engkau meneruskan usahaku dalam jual beli ?” pemuda itu kemudian menjawab ”tidak, terima kasih” akhirnya orang tersebut pergi. Tidak berapa lama kakek yang tadi melintas telah kembali dari pasar dan tak lupa singgah pada pemuda tadi kemudian berkata ”apakah sudah datang orang yang membawa keberuntunganmu ?” pemuda itu kemudian menjawab ”belum wahai kakek”. lantas orang yang menyinggahimu tadi tidak menawarkan apa-apa padamu ujar sang kakek, pemuda itu kemudian menjawab ”tidak menawarkan apa-apa selain hanya menawarkan aku untuk meneruskan usahanya” kakek dengan semangatnya berseru ”apa kamu terima tawarannya !” pemuda tersebut menjawab dengan mantap ”Tidak”. Kakek tersebut kelihatan menunduk lesu sambil berkata kepada pemuda tersebut ”Wahai pemuda engkau telah melewatkan keberuntunganmu hari ini, sesungguhnya orang yang menawarkan sesuatu kepadamu adalah saudagar yang sangat kaya di kota ini dan ia sampai hari ini belum memiliki keturunan untuk mewarisi usaha dan harta kekayaannya”. Mendengar penjelasan dari kakek tersebut kontan sang pemuda berlari mengejar orang tadi tetapi apa lacur pemuda tersebut tidak menemukannya. Pembaca kalau kesempatan sudah di depan mata maka jangan pernah melepaskannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar